• SMA NEGERI SITURAJA
  • KAKONCARA

PENGUKURAN TANAH SEKOLAH

PENGUKURAN TANAH SMA NEGERI SITURAJA 
PASCA ALIH KELOLA DARI PEMERINTAH KABUPATEN SUMEDANG KE PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

Sebagaimana diketahui bahwa Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah telah dicabut dan selanjutnya digantikan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Penyusunan Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 ini bertujuan untuk memperbaiki kelemahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. Kelemahan tersebut, menurut Damayanti (2017: 1) di antaranya:

  1. Ketidakpastian pengaturan undang-undang ini sering kali menimbulkan interpretasi yang berbeda dari berbagai kelompok kepentingan;
  2. Perlunya penambahan  pengaturan  baru  tentang  pelayanan  publik  dan  partisipasi masyarakat;
  3. Banyaknya urusan pemerintahan yang dilimpahkan ke kabupaten/kota tidak sejalan dengan sumber pendanaan yang dialokasikan, banyaknya urusan pemerintah yang cenderung membuat pemerintahan daerah dengan otonomi luasnya memperbanyak struktur kelembagaan  sehingga  terjadilah  pembengkakkan  biaya  aparatur  atau overhead cost.

Untuk meminimalisir hal tersebut, dalam Undang-Undang Pemerintahan Daerah yang baru, pemerintah menghapus 31 urusan pemerintahan kabupaten/kota yang digantikan dengan 20 urusan pemerintahan. Salah satu urusan pemerintah daerah kabupaten/kota yang dialihkan adalah kewenangan pengelolaan pendidikan menengah. Perubahan klasifikasi urusan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota ini tentunya berdampak pula pada pengalihan wewenang atas urusan administrasi, personel serta sarana dan prasarana.

Salah satu kewenangan yang ikut dialihkan adalah kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari pemerintah daerah kabupaten/kota kepada pemerintah provinsi. Sesuai dengan amanat undang-undang, semua urusan pengalihan wewenang harus dituntaskan pada tahun 2017, termasuk pengalihan pengelolaan SMA/SMK.

Pasal 15 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Pemerintahan Daerah mengamanatkan bahwa

pengelolaan dan kewenangan pendidikan sekolah tingkat sekolah menengah atas (SMA)

dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di pemerintah kabupaten/kota (pemkab/pemkot), diambil alih oleh pemerintah provinsi (pemprov). Serah terima ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2016, dan harus tuntas pada awal tahun 2017. Pengalihan pengelolaan ini pada dasarnya bertujuan agar pemerintah daerah bisa lebih fokus dalam mengelola pendidikan di daerah Pemerintah kabupaten/kota dapat lebih fokus membenahi pendidikan dasar, pendidikan anak usia dini (PAUD), dan pendidikan masyarakat (dikmas). Pemkab/pemkot diharapkan bisa mengelola pendidikan ini secara optimal dan maksimal. Sementara pemprov difokuskan pada pengelolaan pendidikan menengah.

Salah satu faktor penting dalam pengelolaan Pendidikan   menengah tersebut adalah pengelolaan asset yang   merupakan sumber daya penting dan memiliki nominal yang sangat signifikan. Untuk itu pemerintah daerah perlu melakukan pendataan dan pencatatan yang komprehensif untuk memastikan bahwa aset-aset tersebut tidak hilang atau dikuasai oleh pihak yang tidak berhak karena hal ini tentunya akan merugikan negara. Meskipun secara status asset tersebut merupakan milik negara, akan tetapi secara administratif berada di bawah kekuasaan pemerintah daerah.

Salah satu aset penting SMA adalah tanah dimana bangunan sekolah berdiri. Masih banyaksekolah dalam hal ini SMA yang tanahnya masih tersebar dalam beberapa bentuk surat tanah dan bahkan masih banyak yang belum tersertifikasi dan terdokumentasi dengan baik.

Untuk  menjaga agar  aset tersebut tidak  hilang  atau  dikuasai pihak-pihak  yang  tidak bertanggungjawab, maka khususnya di SMA Negeri Situraja melalui fasilitasi KCD Wilayah VIII, BPKAD dan BPN Provinsi Jawa Barat dengan didampingi oleh pihak SMA Negeri Situraja telah melakukan pengukuran tanah pada hari Sabtu, 21 Agustus 2021 mulai pukul 13.00 WIB sampai dengan kurang lebih pukul 16.00 WIB.

SMA Negeri Situraja memiliki 2 (dua) blok tanah, Blok Pertama terdiri dari 5 sub blok dengan rincian 4 sub blok sudah memiliki sertifikat dengan catatan salah satunya (sub blok induk/awal) sertifikat aslinya hilang yang dibuktikan dengan surat segel; tahun 1999, sedangkan satu sub blok tanah lagi belum bersertifikat (masih dalam bentuk SPHT), sedangkan Blok Kedua berlokasi diluar Blok Pertama tepatnya sebagai sumber mata air sekolah yang terletak di sebelah selatan SMA Negeri Situraja.

Harapan,  semoga  setelah dilakukan  pengukuran  tanah  tersebut SMA  Negeri Situraja memiliki data luas lahan yang riil sesuai dengan hasil pengukuran dengan pemotretan menggunakan alat modern Theodolite dan proses pensertifikatan dalam berjalan lancer. Aamiin.

(Penulis Drs. Chaeruddin Saleh dari berbagai sumber)

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PROGRAM VAKSINASI PESERTA DIDIK TAHUN 2021

Situraja. Presiden Joko Widodo mendorong agar program vaksinasi untuk para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dapat dipercepat sehingga tercipta keke

11/09/2021 10:26 WIB - kos_smantura76
Pelaksanaan Gladi ANBK 2021 SMAN Situraja

Situraja. SMA Negeri Situraja pada hari ini, Senin 06/09/2021 sedang melaksanakan gladi sebagai persiapan akhir menjelang ANBK Utama. Peserta gladi adalah para peserta didik yang masuk

06/09/2021 10:22 WIB - kos_smantura76
Pelaksanaan Simulasi Belajar Tatap Muka Terbatas SMAN Situraja

Situraja. SMAN Situraja Kabupaten Sumedang telah melaksanakan belajar tatap muka terbatas perdana di masa pandemi, Kamis dan Jumat (3, 4/9/2021). Para peserta didik tampak sudah da

05/09/2021 20:46 WIB - kos_smantura76
SMAN Situraja akan mengikuti Kompetisi Sains Nasional 2021 Tingkat Provinsi

Kompetisi Sains Nasional (KSN) pada tahun 2021 akan dilaksanakan oleh Pusat Prestasi Nasional. KSN diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi bakat, minat, dan prestasi peserta d

03/09/2021 14:18 WIB - kos_smantura76
1000 RINTANGAN AKAN KUHADAPI, DEMI KIBARKAN SANG MERAH PUTIH. SMAN SITURAJA KAKONCARA

Peringatan HUT RI ke 76 pada tanggal 17 Agustus 2021 ini sangat berbeda dari peringatan dua tahun sebelumnya dimana sudah dua tahun peringatan HUT RI dalam kondisi Pandemi Covid-19. Kon

31/08/2021 23:59 WIB - kos_smantura76
PELAKSANAAN SIMULASI ANBK 2021

SMA Negeri Situraja pada hari ini, tanggal 24 Agustus 2021 sedang melaksanakan simulasi ANBK untuk gelombang I. Perlu diketahui bahwa pelaksanaan UNBK seperti tahun-tahun lalu sudah dit

24/08/2021 11:36 WIB - kos_smantura76
PPDB JABAR 2021

Pendaftaran tahap 1 PPDB Jabar 2021 untuk jenjang SMA dan SMK mulai dibuka pada Senin, 7 Juni 2021. Dikutip dari website resmi Disdik Jabar, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun i

06/06/2021 20:49 WIB - kos_smantura76
PENGUMUMAN KELULUSAN KELAS XII TAHUN PELAJARAN 2020-2021

Alhamdulilah meski kita masih dalam kondisi pandemi covid-19, namun mengenai kelulusan kelas XII tahun pelajaran 2020-2021 masih tetap dilaksanakan. Dan pelulusan saat ini dilaksanakan

02/05/2021 16:15 WIB - kos_smantura76
MENYONGSONG 43 TAHUN BERDIRINYA SMA NEGERI SITURAJA

Sekapur Sirih tentang SMA Negeri Situraja Pada tahun 1976 di Kecamatan Situraja belum berdiri Sekolah Menengah Atas, dan atas prakarsa panitia usaha pendirian SMA Negeri Situraja dan in

24/03/2021 22:21 WIB - kos_smantura76
Mendikbud Jabarkan Urutan Prioritas Vaksinasi untuk Tenaga Pendidik

Sebanyak 5 juta tenaga pendidik terdiri atas guru hingga dosen ditargetkan mendapat vaksinasi COVID-19 tahap kedua. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyamp

25/02/2021 15:46 WIB - kos_smantura76